Virtual Reality dan Pendidikan

Bandung, Qubic360 - Pendidikan selalu mengalami kemajuan, karena pendidikan harus mengikuti zaman dan teknologi yang berkembang baik dalam proses ataupun isi pengajaran tersebut.


Dengan pesatnya zaman, teknologi semakin memudahkan semua orang untuk bisa mendapatkan kemudahan. Termasuk dalam bidang pendidikan, teknologi bisa digunakan untuk mempermudah para siswa dalam proses belajar mengajar.

Salah satunya adalah penggunaan VR (Virtual Reality) dalam proses belajar.


Perusahaan Telkom yang mengembangkan bisnis Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran untuk sekolah, khususnya Sekolah Menangah Kejuruan (SMK). Dengan penggunaan VR, siswa bisa melakukan simulasi terkait di bidang kerja secara lebih spesifik. Jurusan berpotensi untuk medapatkan proses pembelajaran VR ini antara lain teknik mesin/otomotif, sipil/bangunan, dan arsitektur/desa interior. Chief Technical Officer (CTO) SmartEye.


Diungkapkan oleh Fahmi Ramadani, versi beta VR yang dikembangkan pihaknya ditargetkan dapat diuji coba di beberapa SMK. Penggunaan VR memungkinkan siswa jurusan teknik dapat melihat mesin dari berbagai Prespektif serta dapat memutar mesin di udara dengan zoom in dan zoom out.


"Karena ini Virtual Reality, kemungkinan pengembangan kontennya hampir tidak terbatas. Yang perlu dan akan kami lakukan saat ini adalah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait terutama dari bidang pendidikan mengenai bentuk apa yang paling dibutuhkan dalam penggunaan VR dan bisa diterima oleh pelajar," diungkap Direktorat PSMK.


Dibandingkan dengan pengadaan alat praktikum yang menelan biaya cukup besar, pemanfaatan VR bisa menduplikat konten dan digunakan sekaligus, sehingga lebih efisien.


Seperti sebuah contoh persoalan di bidang sekolah jurusan otomotif, karena beragam jenis mesin yang dipelajari akan banyak mengeluarkan biaya apabila membeli semua mesin tersebut.


"Untuk jenis VR headset yang , kebetulan tahun 2019 produsen headset Oculus akan luncurkan produk barunya, Oculus Quest. Kita menargetkan untuk memakai Oculus Quest tersebut, di samping headset Oculus Go yang sekarang sudah ada di pasaran," ungkap Fahmi.


"Saat ini kami sedang mengupayakan pembiayaan dari berbagai sumber. Porsi biaya terbesar itu ada di pembuatan konten-konten edukasinya," tambahnya.


#beritautama

Posting Komentar

0 Komentar